Keputusan

tumblr_lwjav5DOY41qzjqe3o1_500

Ketika aku menyadarinya kau telah pergi meninggalkan aku sendiri

Dulu walau aku ditinggal pergi olehmu ada sahabat yang menemaniku disamping,

orang rumah tak ada yang tau segimananya aku pincang tanpamu, hanya sahabatku yang mengetahuinya.

Terkadang tak semuanya ingin di bagi terhadap keluarga,
karena hanya 1 alasan yaitu aku tak ingin mereka

khawatir akan diriku itu saja,
mereka sudah mempunyai masalah dalam kehidupan mereka dan aku tak ingin membebaninya beda dengan sahabat walau kita bercerita yah,

mungkin tak akan sekhawatir perasaan keluarga.

Itu yang selama ini aku takuti, aku bersikap sangat tegar didepan keluargaku.

Tapi, aku lemah depan sahabatku.

Yah dulu mereka ada disampingku tapi sekarang sahabatku sudah sibuk semuanya,

aku ingin bercerita kepada mereka udah ga nafsu,

yang aku lakukan adalah berusaha untuk menyelesaikan sendiri.

“apa ini ga salah min?” kata sahabatku nirina

“apanya?” kataku tak mengeri apa yang dikatakan nirina

“maksud aku, apa kamu ga salah ambil keptusan ini”

“sama sekali tidak”

“tapi min”

“sudahlah , ini kehidupanku aku tau mana yang baik untukku kamu ga usah khawatir ok”

Nirina hanya diam tanpa bisa berkomentar, enah sejak kapan aku menjadi orang yang sangat pedas saat berbicara kepada siapapun yah mungkin karena kejadian dimana saat aku membutuhkan teman untuk menannyakan pendapat tapi sayang mereka tak ada.

“apa jasmin serius mengambil keputusan ini?” kata temanku yang lain

“iya dia sangat mantap saat dia mengatakannya” kata nirina

“ini tak bisa kita biar kan, aku akan melarangnya”

“percuma”

“kita harus mencobanya rin”

“percuma badie, jasmin yang kita kenal sudah berbeda”

“apa maksud kamu”

“hanya perasaanku saja mungkin”

Ke esokan harinya di taman

“kamu yakin?” kata badie

“sangat yakin, kenapa sih ga kamu ga nirina menanyakan ini terus menerus”

“karena kita sayang kamu”

“sayang? Oh sayang yaa. . terimakasih tapi maaf ini adalah hidup aku bukan hidup kalian”

“hei, aku cuman ingin memberi pendapat saja tau, ga usah se sinis itu tau”

“sinis kamu bilang, aku memang seperti ini”

“dulu ga”

“perlu dicatat ya, aku seperti ini karena kamu sendiri ga pernah tau apa yang terjadi dalam kehidupanku
sekarang ini, urusi saja pasangan kamu”

Aku pergi meninggalkan badie seorang diri, sungguh sakit . jujur aku tak ingin berkata seperti itu kepada badie sebenarnya tapi emosiku yang menguasainya.

“benar-benar berbeda” kata badie

Di sebuah cafe terlihat seorang wanita sedang menatap hujan yang ada diluar sana, hujan selalu tau apa yang sedang dia rasakan.

“sedang menghitung hujan?” kata seseorang

“ah, kamu sudah datang. Mau mesen apa?” kataku

“ga usah, tadi aku udah mesen kok, ada apa?”

“reno apa kamu mencintaiku” kataku sambil menatap wajahnya dengan serius

“wuah ada apa ini tumben sekali, kamu menanyakan ini”

“jawab saja ren”

“sangat!”

Aku hanya tersenyum mendengar perkataan reno tadi. Yah ini adalah kehidupanku aku yang mengatur semuanya dan aku hanya butuh pendapat keluargaku, karena yang akan menikah aku dan reno, temanku mau setuju atau tidak aku sudah tak peduli lagi karena mereka juga tak pernah menanyakan pendapatku lagi.

Lambat laun pasti mereka menerima semuanya, mereka seperti itu karena belum mengenal reno.

Karena bagi mereka hubunganku dengan reno terlalu cepat padahal sudah lama aku dan reno berhubungan yah semuanya karena kesibukan sehingga untuk bertanya kabar pu mereka tak bisa luangkan.

“terimakasih reno”

“aku yang harusnya berterimakasih karena kau mau menerimaku sebagai lelaki yang akan menjagamu,mencintaimu,menghormatimu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s