UN TITLE PART 4

 

 

 

tempat apa ini

“kita sudah sampai nona silahkan masuk”

aku membuka pintu besar itu, terlihat ruangan yang luas mungkin seukuran ruang tamu rumahku, semakin aku masuk aku menemukan sosok orang yang aku cari sedari tadi .

“REII” jeritku

andra tak bergeming sama sekali, terlihat sangat tenang dengan segala benda asing yang menempel di tubuhnya, aku berlari menuju sisi tempat tidurnya. aku hanya menatap wajah yang aku cintai, menangis pun rasanya tak sanggup .

tiba-tiba aku mendengar suara pintu amar ini terbuka, terlihat seorang dokter yang ingin mengecheck keadaan rei .

“apakah anda nona sisi ?”

“iaa, aku sisi” tanpa melihat mata dokter itu, mataku hanya kufokuskan ke sosok didepanku ini

“tuan besar ingin berbicara dengan anda, beliau ada di halaman belakang”

“aku tak mengenalnya”

“walau nona tak mengenalnya, tapi beliau ingin berbicara pada anda”

“baiklah, tapi aku ingin bertanya , rei sakit apa”

“jantung”

DEG

aku pergi dari kamar rei, menuju halaman belakang. rumah ini sangat luas hampir saja aku tersasar untung saja ada pembantu rumah yang menolongku. Andra tak pernah cerita jika ia adalah anak tunggal dari pengusaha sukses di negara ini, terlalu banyak yang dirahasiakan rei terhadapku .

“permisi” kataku

“silahkan duduk” kata ayah rei

“terimakasih, ada apa bapak memanggil saya?”

“apa kau mempunyai hubungan khusus dengan anakku”

“iaa” aku menjawab dengan jujur

“tinggal kan dia”

“apa!! kenapa? ”

“kau tak akan hidup bahagia nak”

“apa maksud bapak?”

“jika kau terus berada di sisi rei, kau tak akan pernah bahagia”

“haha, justru kebalikannya , aku sangat bahagia berada disisi rei”

“kau bisa berkata seperti itu untuk saat ini, tapi mungkin untuk kedepannya kau akan menyesal”

“aku tak akan menyesal”

“keras kepala sekali kau, apa dokter tidak memberitahumu jika rei sakit jantung”

“dokter memberitahuku”

“jika kau tau, tinggalkan rei!”

“maafkan aku tapi sedikitpun rasa ingin meninggalkan rei, aku mohon jangan pisahkan aku dan rei”

“hah, terserah kau saja. jika kau terluka aku tak ikut campur, sekarang kau bisa tinggalkanku”

aku pergi dari halaman itu, menuju kamar rei kembali. keadaanya masih sama seperti beberapa jam yang lalu

“reii bangun sayang, aku butuh penjelasan darimu”

tanpa aku sadari hari sudah malam, rasanya aku ingin menginap disini tapi aku urungkan tak baik jika seorang wanita menginap dirumah laki-laki. saat aku keluar rumah para pengawal ayah rei telah siap untuk mengantarku pulang. aku terdiam karena bingung

“naiklah nak, ini sudah malam tak baik jika anak gadis pulang sendirian terlalu berbahaya”

“terimakasih pak” kataku

walau tadi ayah rei sangat tegas terhadapku tapi aku yakin ayah rei adalah sosok yang baik hati.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s