indah

Hari semakin malam tapi dia tak kunjung datang, aku mengeratkan jaketku karena udara malam ini sangat menusuk tubuh kecilku ini. Dia datang dengan ter engah-engah sepertinya dia datang buru-buru untuk tidak telat menemuiku tapi sayang dia tetap telat.
“maaf aku baru datang menemuimu , apa kau menunggu lama?”
Suaranya, nafasnya, wajahnya aku sangat merindukannya rasanya ingin memeluknya tapi, logikaku masih berjalan dengan baik
“menurutmu?”
“maaf aku mengerjakan presentasi untuk besok”
“kau seorang direktur kenapa tidak kau suruh sekretarismu atau siapalah” jawab sejutekku
“tidak bisa sayang”
Dia, pria menyebalkan sekaligus pria yang buat diriku tak bisa lepas darinya
Aku meninggalkanya menuju cafe terdekat karena badanku ini sudah menggigil dengan keadaan cuaca malam ini. Saat jalan tiba-tiba sebuah jas hinggap dibadanku, aku hanya menoleh pada orang yang berada disebelahku entah sejak kapan dia berada disebelahku ini
“udara malam ini sangat dinginkan, mengapa kau memakai jaket yang sangat tipis hmm?”

CAFE

“tumben kau ajak bertemu, ada apa?” tanyaku
“hanya ingin melihat wajahmu”
“yak kau! Pria menyebalkan, kalau kau merindukanku datang saja kerumah kenapa harus bertemu di luar, apa kau tak tau cuaca malam ini sangat dingin”
Dia hanya tersenyum mendengar ucapanku
Dia mengelus wajahku “karena, dalam waktu dekat ini aku akan pergi dari negara ini. Ada urusan bisnis. Sebelum aku pergi aku ingin melihatmu dengan puas”
“tapi..”
Tangannya menutup mulutku yang ingin melanjutkan omelanku
“bolehkah malam ini kau terlihat sebagai wanita yang anggun?”
“apa kau! Aish baiklah hanya hari ini. Demi kau “
Dia tersenyum, rasanya melihat dia tersenyum rasa lapar yang aku tahan begitu saja hilang
“hey, jangan tatap aku seperti itu, kau tau tatapanmu seperti ingin memakanku”
“kau pria sialan!”
Aku membuang muka, apa katanya menyuruhku menjadi wanita yang anggun tapi apa yang tadi keluar dari mulutnya, mana bisa aku menjadi anggun jika dia terus menyebalkan seperti itu.
“kau tau” katanya tiba-tiba sambil meraih tanganku
“tidak” jawabku se anggun mungkin
“haha, kau tak cocok anggun seperti itu”
Rasanya ingin membalas ucapannya tapi tidak jadi karena suaranya yang menghentikan keinginanku itu
“aku sangat mencintaimu, rasanya ingin memilikimu seutuhnya menjadikanmu milikku selamanya”
“haha, aku sudah menjadi milikmu kok”
“tapi, tak seutuhnya”
“jadi mau kau adalah apa”
“kau menerima lamaranku” tiba-tiba benda dingin masuk ke jari manisku, aku reflek melihat tanganku
“haha, wajah terkejutmu jelek sekali” dia tertawa dengan memencet hidungku
“apa ini, kau sungguh melamarku?”
Dia hanya mengangguk
“cih, sama sekali tidak romantis”
“haha, jangan kau harapkan hal romantis terjadi dalam hubungan kita, kau tau aku sama sekali buka tipe romantis, kecewa?”
Aku hanya diam, dia ini kenapa tak bisa romantis sih aku tau kalau dia adalah pria yang cuek tapi apakah dia tak tau apa yang paling ku inginkan saat aku dilamar oleh seorang pria
“hey, nona apa yang kau pikirkan?”
Aku hanya diam dan tersenyum
“aku ingin pulang rasanya sudah malam”
“baiklah sayang”
Aish dalam ucapannya dia tak merasa bersalah pria ini benar-benar menyebalkan arghhh