sebuah surat

Ini adalah ceritaku
Aku adalah seorang gadis , sebutlah aku tere. Aku terlahir dikeluarga yang sederhana aku adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Sekarang ini aku adalah mahasiswi di sebuah universitas swasta di depok. Aku kuliah mengambil jurusan akuntansi . beberapa bulan yang lalu ayahanda tercintaku meninggalkan aku untuk selamanya, biasanya rumah ramai dengan celotehan beliau dan masih sangat terngiang lagu favoritnya adalah “yang” dari band wali sambail menggoda ibuku yang sedang memasak . hari-hariku penuh keceiaan saat ayah masih ada didunia ini, tapi semenjak ayah pergi dari dunia ini menghadap Allah, tiba-tiba hidupku tidak sama seperti dahulu saat ayah ada disampingku, hal yang paling aku sesali adalah aku belum dapat membuat ayah bangga padaku. Saat aku wisuda pun ayah tidak akan ada disampingku atau saat aku menikah tidak ada ayah yang mewalikanku, sangat miris tapi, ternyata diluar sana banyak yang telah ditinggal oleh ayahnya. Terlalu lama bersedih pun percuma ayah tak akan ada disampingku, tapi aku selalu merasa ayah belum meninggal melainkan ayah sedang jalan-jalan. Suara bisingnya yang dulu membuat aku kesal sekarang malah aku rindukan, maafkan anakmu ini yang belum buat bangga. Terimakasih ayah sudah membesarkanku dan ayah meninggalkan sesuatu untukku dan ibu hidup .
Ayah akan selalu ada di hatiku kan? Akan ada disampingku kan? Walu dunia kita sudah berbeda
Andai saja ada seorang pengantar pos yang bisa sampai surga aku akan menitipkan suratku untuk ayah. Salam sayang dan rindu anakmu , tere

One thought on “sebuah surat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s