ketika pengamen pun memberi sumbangan

di siang yang panas di kota depok aku dan temanku menuju peron,

kami adalah mahasiswa bogor yang menuntut ilmu di kota depok. kami mempunyai suatu organisasi khusus mahasiswa bogor. saat itu aku dan temanku sebut saja namanya adalah rorong, sedang bertugas untuk meminta sumbangan untuk bakti sosial untuk organisasi kami. saat aku,rorong dan fadli berjalan untuk meminta sumbangan di peron tanpa sengaja aku meminta kepada seorang pria yah kira” umurnya 35an saat aku mengucapkan “bapa misi, boleh minta sumbangannya untuk bakti sosial” dan bapa itu berkata “ya ampun de, saya aja pengamen” DEG hatiku kaget setengah mati . jujur aku sama sekali tidak mengetahui bahwa bapa tersebut adalah seorang pengamen. aku pun “ooh ya Allah maaf bapa saya ga tau” bapa tersebut tersenyum dan berkata “ya gpp ini saya mau nyumbang de”
“ga usah pak, bapa juga kan perlu”
“gpp de, saya juga merasakan yang ade rasakan”
pantas saja saat beliau mau mengeluarkan uang , sempet membuat aku dan rorong berkerut kening karena kami melihat bungkus pewangi baju di tangan bapa tersebut. hmm itulah kisah yang sangat membuat aku miris kenapa seorang pengamen aja dengan suka rela menyumbangkan jerih payahnya walau tak seberapa ketimbang orang yang dari jauh saja sudah menolak untuk menyisihkan uangnya untuk menyumbang. padahal kalo kita sering menyisihkan uang kita untuk orang yang tak mampu , rezeky kita akan bertambah terus tanpa takut kekurangan

salam hangat rere .. hwaiting sarangheyo ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s