Karangan ilmiah

PENGERTIAN KARANGAN 

Karangan adalah suatu karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi .

Karangan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah), semi ilmiah dan ilmiah. Berikut penjelasannya:
 
         1. Karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah) 
           Karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah) adalah karya tulis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya tulis non-ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal dan teknis, atau formal dan populer. Macam-macam karya tulis non ilmiah:
             Dongeng
           Dongeng, merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern.
             Cerpen
        Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.
             Novel
            Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita”. Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut.
             Drama
             Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “aksi”, “perbuatan”. Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera.

 

CIRI-CIRI DAN MACAM-MACAM KARANGAN

1. Karangan Narasi

Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian

peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu.

Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah

perjalanan, biografi, otobiografi.

 

Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi

a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa

b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang

menunjukkan peristiwa awal sampai akhir

c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian

d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

 

2.    Karangan Deskripsi

Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan

atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat,

mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi

a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu

b.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman

pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat,

merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu

objek yang  dideskripsikan

c.  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil

objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia,

dan hal yang dipersonifikasikan

d.  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode

realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau

sikap penulis

 

3.  Karangan Eksposisi

Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang

memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,

memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

 

Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi

a.  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya

b.  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi

(data faktual)

c.  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan

kehendak

d.  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif

terhadap fakta yang ada

e.  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau

tentang proses kerja sesuatu

 

4.  Karangan Persuasi

Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk

membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau

ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

 

5.  Karangan Argumentasi

Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya

bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca

terhadap suatu masalah dengan mengemukakan

alasan, bukti, dan contoh nyata.

 

Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi

a.    Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran

gagasan pengarang sehingga kebenaran itu

diakui oleh pembaca

b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta,

grafik, tabel, gambar

c.    Dalam argumentasi pengarang berusaha

mengubah sikap, pendapat atau pandangan

pembaca

d.    Dalam membuktikan sesuatu, pengarang

menghindarkan keterlibatan emosi dan

menjauhkan subjektivitas

e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat

pengarang, kita dapat menggunakan

bermacam-macam pola pembuktian

CONTOH KARANGAN :

 

KESAN PEMANASAN GLOBAL

Bumi kini sedang mengalami “demam panas” akibat pemanasan global yang turut membawa bersamanya iklim dunia yang semakin kucar-kacir. Bagi kebanyakan orang, perubahan iklim dan pemanasan global lebih banyak mengganggu ekonomi berbanding dengan kesihatan diri. Walau bagaimanapun, kesan pemanasan global jauh lebih mendalam dan akan meninggalkan kesan kepada semua penduduk dunia. Mungkin juga ada antara kita yang melihat mereka yang terbunuh akibat bencana alam seperti taufan, banjir dan cuaca panas sebagai malang.

Tetapi, bagaimanakah pula bagi mereka yang terselamat? Adakah mereka bebas daripada sebarang ancaman kesihatan selepas terselamat daripada lemas, mati kesejukan atau dehidrasi? Percaya atau tidak, peningkatan suhu bumi telah membunuh lebih satu juta orang di seluruh dunia sejak tahun 2000 sama ada secara langsung ataupun tidak. Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) yang mengeluarkan perangkaan tersebut menjelaskan separuh daripada jumlah kematian itu berlaku di Asia Pasifik, benua yang paling padat penduduk. Selain itu, jumlah berkenaan belum ditambah dengan 800,000 lagi mangsa yang terbunuh akibat pencemaran udara setiap tahun.

Pemanasan global berpunca daripada pencemaran udara yang meningkatkan jumlah gas-gas karbon yang turut dikenali sebagai gas rumah hijau di dalam atmosfera bumi. Haba matahari yang pada kebiasaannya dapat dipantulkan ke permukaan bumi kembali ke angkasa lepas kemudiannya terperangkap dan menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Akibatnya, ais di kutub-kutub mula mencair dan meningkatkan paras air laut sehingga menenggelamkan sesetengah pulau kecil dan menghakis permukaan tanah besar.

Selain itu, suhu tinggi ini turut meninggalkan kesan pada aliran angin yang akan membawa kepada pembentukan lebih banyak ribut taufan serta hujan monsun yang lebih teruk teruk daripada biasa. Contoh terbaik mangsa perubahan cuaca dunia dapat dilihat dalam gelombang haba di Eropah yang menyebabkan angka kematian meningkat sejak tahun 2000. Gelombang ‘kepanasan’ ini telah menyebabkan suhu ketika musim panas dan musim sejuk di Eropah kini jauh lebih tinggi daripada kebiasaannya.Perubahan sama turut dirasai oleh wilayah beriklim tropika yang menghadapi musim monsun lebih teruk kini, sementara negara seperti Amerika Syarikat dilanda ribut salji dan ribut taufan lebih teruk seperti Taufan Katrina pada tahun 2005. Pada tahun 2006, sepuluh negara yang paling teruk dilanda bencana alam ialah Filipina, Korea Selatan, Indonesia, Vietnam, Ethiopia, India, China, Afghanistan, Amerika Syarikat dan Romania.

Kesan masalah ini akan terus berpanjangan dan akan semakin teruk jika terus diabaikan atau gagal dikawal. Akibatnya, generasi seterusnya yang akan menanggung kesan penuh kerakusan generasi kini mencemarkan alam sekitar semata-mata untuk kekayaan dan kemajuan ekonomi. Sebarang bentuk perubahan melampau pasti akan memberi kesan paling buruk kepada bayi, kanak-kanak dan warga emas yang sering dilihat menjadi mangsa pertama kejadian bencana.Rakyat Malaysia mungkin dapat menyesuaikan diri dengan suhu yang tinggi dan panas terik memandangkan sudah biasa dengan iklim tropika bak kata pepatah ‘alah bisa tegal biasa’.

Walau bagaimanapun, penduduk yang biasa hidup dengan iklim sejuk mungkin tidak dapat menyesuaikan diri dan kini mencatatkan peningkatan kematian akibat strok haba. Strok haba akan menyebabkan kegagalan semua organ badan berfungsi, sama seperti yang berlaku kepada pesakit demam panas. Begitu juga dengan penyakit pneumonia atau radang paru-paru yang berpunca daripada penyebaran meluas bakteria yang menyerang paru-paru berikutan cuaca panas dan lembap serta beberapa faktor lain. Sesetengah kawasan turut berhadapan dengan masalah dehidrasi yang teruk berikutan kemarau panjang yang berpunca daripada gelombang panas dan peningkatan paras air laut yang mencemari sumber air tawar dengan air masin dari laut.

Peningkatan suhu juga akan menggalakkan pembiakan vektor seperti tikus, nyamuk,kutu dan pepijat. Penyebaran vektor seperti nyamuk menyebabkan penyakit seperti malaria, denggi dan demam kuning yang mula dicatatkan di Eropah dan kawasan yang dahulunya beriklim sejuk. Hal ini terbukti apabila negara beriklim sejuk seperti Nepal dan Bhutan mencatatkan kes malaria pertama di kawasan-kawasan tanah tinggi dua negara tersebut. Sementara itu, tikus juga dilihat dapat membiak dengan lebih mudah dalam cuaca panas dan lembab ini. Haiwan ini mampu menyebarkan penyakit Leptopirosis dan Legionellosis yang disebarkan melalui kuman yang ditinggalkan bersama urin atau najis tikus.

Ketika banjir, tahap kebersihan amat sukar untuk dijaga terutama kebersihan air. Kesukaran untuk mendapatkan bekalan air bersih akan mendedahkan orang rami kepada air yang dicemari pelbagai jenis kuman. Kesihatan diri sudah pasti akan terancam jika air tercemar digunakan segai air minuman, memasak, membasuh atau membersihkan diri. Bilangan kes cirit-birit , disentri dan pelbagai penyakit bawaan air dilihat meningkat dengan mendadak ketika musim banjir. Situasi ini diburukkan lagi dengan peningkatan kes bawaan nyamuk akibat pembiakan nyamuk di dalam tompokan air bertakung yang ditinggalkan arus banjir. Takungan air ini menjadi tempat strategik untuk kuman yang pantas membiak kerana mendapat bekalan makanan yang cukup dari tumbuhan dan bangkai haiwan yang mereput.

Masalah ini juga memberi kesan yang buruk kepada mereka yang gemar bersenam dan beriadah di luar. Hal ini demikian kerana gas rumah hijau seperti karbon monoksida kini semakin banyak dalam udara terutamanya di kawasan bandar dan kawasan yang mempunyai bilangan kenderaan yang banyak. Apabila gas ini disedut terlalu banyak, ketika bersenam atau beriadah, menyebabkan kandungan oksigen darah jatuh mendadak dan kandungan gas karbon monoksida yang banyak boleh memberi kesan kepada badan dan jantung.

Tanggungjawab memulihara alam sekitar perlu dipikul oleh semua penduduk dunia dan tidak sepatutnya dibiarkan kepada kerajaan atau pertubuhan-pertubuhan dunia semata-mata bak kata pepatah ‘yang ringan sama dijinjing yang berat sama dipikul’. Rakyat turut memainkan peranan penting dengan mengambil berat akan kesejahteraan sejagat dan tidak hanya mementingkan kemajuan sendiri tanpa mengambil kira akibat kerakusan mengejar kekayaan dunia kerana ‘sikap tamak membawa kerugian’. Walaupun hanya dengan sumbangan kecil seperti tidak membuat pembakaran terbuka dan mengurangkan penggunaan kenderaan bermotor oleh sebanyak mungkin individu, setidak-tidaknya kita dapat membantu mengawal pemanasan global. Sayangi dan cintailah bumi kita demi kesejahteraan dan keharmonian kehidupan generasi akan datang.

PENGERTIAN KARANGAN ILMIAH 

Karangan ilmiah atau karya ilmiah adalah Sebuah karya tulis yang mana didalam isinya mengungkapkan suatu pembahasan yang lengkap dan secara ilmiah yang dituliskan oleh seorang penulis. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.

 

Ciri-ciri karya ilmiah 

1. Struktur Sajian

Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.

2. Komponen dan Substansi

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

3. Sikap Penulis

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

4. Penggunaan Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Adapun karya ilmiah mempunyai jenisnya yaitu:  makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah

Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan

Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

3. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

 

 

Macam-macam karya ilmiah 

  • MAKALAH

Makalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.

  • SKRIPSI

Skripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajian pustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaian studi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.

  • TESIS

Tesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.

  • DISERTASI

Disertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.

 

CONTOH KARYA ILMIAH TENTANG BUDAYA 

Bab I
Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Keadaan masyarakat sekarang sanga berbeda dengan masyarakat lampau. Terutama untuk budaya dan gaya hidup orang-orang Asia. Pada zaman sekarang, yang orang-orang bilang sebagai zaman modern, budaya dan gaya hidup orang Asia sudah tidak sama lagi. Rata-rata jawaban itulah yang dilontarkan oleh beberapa orang Asia ketika penulis menanyakan kepada mereka mengenai keadaan pengaruh budaya barat terhadap budaya Asia.
Ternyata tidak hanya orang Indonesia yang menganggap budaya barat telah mempengaruhi Asia. Tapi juga beberapa negara di Asia seperti Malaysia, China, Jepang, India, dan banyak negara Asia lainnya yang menjawab bahwa budaya mereka telah bercampur dengan budaya barat. Terutama dalam gaya hidup seperti pakaian, makanan, dan sebagainya. Tapi apakah masih ada orang Asia yang beranggapan bahwa budaya negara mereka tidak terpengaruh oleh budaya barat?
Budaya barat dalam sisi negatif yang masuk ke Asia sangatlah banyak. Sebagian besar orang Asia juga tau hal itu. Budaya barat yang masuk ke Asia seperti bersikap individualisme, berpakaian minim, dan pergaulan yang terlalu bebas sebelumnya tidak ada di Asia. Tapi karena adanya era globalisasi yang merupakan media dalam membawa budaya barat ke Asia.
Jika kita meneliti kembali mengenai budaya barat yang sudah berpengaruh ke Asia mungkin orang-orang akan berpikir sisi negatif yang masuk. Tapi ternyata, budaya barat yang masuk ke Asia itu tidak hanya dalam sisi negatif, tetapi juga sisi positif. Mungkin memang sisi positif ini tertutup oleh sebagian besar sisi negatif. Tapi perlu kita ingat bahwa budaya barat yang masuk ke Asia juga memiliki sisi positif. Seperti sikap kerja keras dan disiplin mereka, contohnya beberapa orang Asia sudah menerapkan sistem ke disiplinan budaya barat. Contoh yang kedua adalah gaya hidup mereka yang sangat maju dalam hal teknologi dan informasi. Gaya hidup mereka yang satu ini membawa pengaruh yang sangat positif untuk orang Asia dalam berkomunikasi. Jadi, tidak hanya sisi negatif saja dari budaya barat yang masuk ke Asia.
Penulis yang juga merupakan orang Asia juga beranggapan bahwa budaya barat sudah sangat berpengaruh ke Asia. Terutama sisi negatifnya. Karena sebaian besar orang-orang beranggapan bahwa budaya barat sudah sangat berpengaruh dalam budaya Asia, dalam karya tulis ini penulis ingin membuktikan benarkah semua orang Asia beranggapan bahwa budaya barat sudah sangat berpengaruh ke Asia?

B. Perumusan Masalah

Dengan melihat latar belakang yang telah di kemukakan, maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan yang akan di bahas dalam karya tulis ilmiah ini adalah:
  1. Apakah menurut orang Asia budaya barat sudah berpengaruh dengan budaya mereka?
  2. Apakah budaya barat hanya membawa sisi negatif terhadap budaya Asia?

C. Tujuan Penelitian

Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk meneliti kembali bagaimana besarnya pengaruh budaya barat terhadap budaya Asia.Secara terperinci, tujuan dari penelitian dan penulisan karya ilmiah ini adalah:
  1. Mengetahui sampai sejauh mana besarnya pengaruh budaya barat yang mempengaruhi budaya Asia.
  2. Mengetahui apakah budaya barat hanya membawa sisi negatif saja.
  3. Mengetahui apakah seluruh orang Asia, bukan Indonesia saja yang beranggapan bahwa budaya mereka sudah terpengaruh budaya barat.
  4. Mengetahui sampai sejauh mana orang-orang Indonesia mencintai negaranya sendiri saat budaya barat sudah mempengaruhi mereka.

D. Metode Penelitian

Untuk mendapatkan data dan informasi yang di perlukan, penulis mempergunakan metode observasi, dan metode kepustakaan. Adapun teknik-teknik pada penelitian ini adalah sebagai berikut.
  • Teknik Pengamatan Langsung

Pada teknik ini, penulis terjun langsung ke dalam pergaulan dan bagaimana gaya hidup orang Indonesia yang ada di sekitar penulis.

  • Teknik Wawancara

Tujuan dari teknik ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kasus yang di bahas dan untuk membuktikan apakah pengamatan penulis melalui teknik pengamatan langsung benar atau tidak. Respondennya meliputi beberapa murid, guru, dan beberapa orang Asia selain Indonesia yang di wawancara melalui chat di internet (www.omegle.com ) sehingga bisa penulis bandingkan dengan jawaban dari orang Indonesia.

  • Studi Pustaka

Pada metode ini, penulis mencari-cari data dan artikel dari internet yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah dan yang berkaitan dengan budaya, khususnya mengenai pengaruh budaya barat yang masuk ke Asia.

E. Hipotesis

Penelitian ini dilakukan berangkat dari keyakinan penulis setelah cukup melakukan pengenelan masalah. Adapun keyakinan atau hipotesis tersebut adalah “Ada pengaruh faktor manusia, baik faktor dalam (faktor psikologis) maupun faktor luar (faktor nonpsikologis), dan faktor teknologi sebagai media yang membawa budaya barat masuk ke Asia. Hal ini salah satunya yang menjadi faktor dominan sebagai penyebab.

F. Waktu dan Lokasi Penelitian

Jangka waktu penelitian adalah satu bulan, tepatnya dari pertengahan September 2010 sampai pertengahan Oktober 2010. Penelitian ini dimulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, kegiatan lapangan, pengamatan hingga penulisan hasil penelitian. Lokasi dalam melakukan penelitian ini tidak memiliki batasan.

G. Sistemika Penulisan

Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian di lapangan dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesis, waktu dan lokasi penelitian, dan sistematika penulisan. Bab berikutnya, penulis akan menjelaskan data yang diperoleh dan membahasnya satu per satu terutama berkaitan dengan budaya Asia yang sudah terpengaruh oleh budaya barat.
Pada bab ketiga, merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini penulis menyimpulkan uraian sebelumnya dan memberikan saran mengenai bagaimana menyaring budaya barat yang masuk ke Asia.

 

 

SUMBER :

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s